SRAGEN - Di tengah hiruk pikuk program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, tersembunyi sebuah rahasia sederhana namun berdampak luar biasa pada kekuatan jalan beton yang sedang dibangun. Bukan hanya soal percepatan, tetapi juga soal kualitas yang akan dinikmati warga bertahun-tahun.
Pada Rabu (29/04/2026), terlihat jelas semangat kolaborasi antara anggota Satgas TMMD dan warga Desa Puro. Di jalur pengecoran yang masih basah, mereka dengan teliti memasang papan kayu. Tindakan ini bukanlah sekadar formalitas, melainkan sebuah strategi cerdas untuk memecah segmen beton dan yang terpenting, mencegah potensi retakan menjalar.

Cuaca cerah menjadi saksi bisu kelancaran prosesnya, mulai dari pengadukan material hingga sapuan akhir yang memoles permukaan jalan. Di balik setiap gerakan gotong royong, tersimpan pemahaman mendalam akan pentingnya detail.
“Papan ini berfungsi sebagai pembatas agar jika terjadi retakan, tidak menjalar ke seluruh badan jalan. Dengan begitu, kualitas dan ketahanan jalan bisa lebih terjaga, ” ujar Serda Gilang, salah seorang anggota Satgas TMMD, membagikan kunci di balik proyek ini.
Tak hanya itu, papan kayu yang terpasang ternyata juga memiliki peran dalam mengatur aliran air di permukaan jalan, sebuah langkah preventif untuk mengurangi risiko kerusakan akibat genangan yang seringkali luput dari perhatian.

Sito (47), seorang warga Desa Puro, merasakan langsung manfaat dari penerapan teknik ini. Baginya, ini adalah investasi jangka panjang.
“Dengan adanya penyekat ini, kekuatan cor bisa lebih tahan lama. Jadi jalan tidak cepat rusak dan masa pakainya lebih panjang, ” ungkapnya penuh keyakinan.
Ia menambahkan, papan kayu tersebut bersifat sementara dan akan dilepas setelah beton mengeras, menunjukkan efisiensi penggunaan material dalam proyek ini.
Program TMMD Reguler ke-128 ini membuktikan bahwa pembangunan yang berkualitas tidak selalu membutuhkan teknologi canggih dan biaya selangit. Terkadang, inovasi sederhana dari pengalaman turun-temurun, seperti penggunaan papan penyekat ini, mampu menghadirkan perbedaan signifikan.
Kolaborasi erat antara TNI dan masyarakat Desa Puro tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga menanamkan fondasi infrastruktur yang kokoh dan berkelanjutan, yang kelak akan menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
(Agung)

Updates.