SRAGEN - Di balik kesuksesan program Tentara Manungnggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Kamis (30/4/2026), terdapat sosok vital yang bekerja tanpa banyak sorotan. Kelancaran proyek pembangunan ini bukan semata-mata hasil kerja fisik, melainkan berakar pada jalinan komunikasi dan koordinasi lintas sektor yang solid.
Sosok sentral tersebut adalah Serda Dwi Nur Mawoko, seorang Babinsa dari Kodim 0725/Sragen yang bertugas di Desa Puro. Ia memegang peranan krusial sebagai jembatan penghubung antara Satgas TMMD dan jajaran pemerintah desa. Melalui sentuhannya, setiap rencana pembangunan dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan dengan presisi.
Pendekatannya yang terbuka dan penuh empati memungkinkan Serda Dwi menjalin interaksi erat dengan para perangkat desa. Pembahasan mendalam mengenai progres pekerjaan, hingga identifikasi kebutuhan riil masyarakat, menjadi agenda rutin yang dijalani secara intensif. Tujuannya jelas: meminimalisir potensi kesalahpahaman dan memastikan setiap program benar-benar menyentuh target yang diharapkan.
"Koordinasi yang baik menjadi kunci keberhasilan. Kami terus berkomunikasi dengan pemerintah desa agar setiap program TMMD benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat, " ujar Serda Dwi Nur Mawoko.
Upaya Serda Dwi membuahkan hasil manis. Pemerintah desa merasa sepenuhnya dilibatkan dalam setiap tahapan, sementara Satgas TMMD mendapatkan data dan masukan yang akurat, menjadi dasar kuat untuk setiap pengambilan keputusan. Sinergi yang terjalin tak hanya mempercepat laju pekerjaan, namun juga secara signifikan meningkatkan kualitas hasil pembangunan.
Andri Wibowo Santoso, salah seorang perangkat Desa Puro tak ragu mengapresiasi peran aktif Babinsa yang telah berhasil menjembatani komunikasi di lapangan.
"Kami merasa dilibatkan dan didengar. Koordinasi yang dibangun sangat membantu, sehingga program berjalan lebih terarah dan sesuai kebutuhan warga, " ungkapnya.
Dalam setiap dinamika program TMMD yang merangkul banyak pihak, peran seorang Babinsa seringkali menjadi elemen fundamental yang luput dari perhatian publik. Namun, di Desa Puro, kontribusi Serda Dwi Mawoko justru menjadi pondasi kokoh yang menopang keberhasilan program.
Melalui komunikasi yang konsisten dan semangat kebersamaan yang ia bangun, Serda Dwi membuktikan bahwa puncak keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kerasnya kerja di lapangan, tetapi juga dari kekuatan koordinasi yang mampu menyatukan seluruh elemen menuju cita-cita bersama.
(Agung)

Updates.